Kamis, 31 Desember 2009

Membuat Proses Komputer Lebih Cepat dengan MUDAH...

Bila komputer Anda sudah demikian lambat, mungkin sudah saatnya Anda mengosongkan isi dari folder “prefetch” yang ada di dalam folder Windows di drive “system” komputer Anda. Caranya, masuk ke drive “system” (biasanya terletak di drive C, kemudian


masuk ke folder Windows, di dalamnya carilah folder yang bernama Prefetch. Masuklah ke dalam folder itu, maka Anda akan menjumpai begitu banyak file-file prefetch.

Hapus semua isi dari folder prefetch ini (ingat, folder Prefetch jangan dihapus, cukup dihapus isinya saja !).

Setelah itu keluar, dan restart komputer Anda. Setelah komputer Anda hidup, lakukan disk clean up pada drive “system” (drive C),


kemudian restart lagi komputer Anda dan kinerjanya biasanya akan lebih cepat dari sebelumnya...
SELAMAT MENCOBA...




sumber : http://alim-bahri.blogspot.com/2009/02/membuat-komputer-windows-anda-lebih.html

Sabtu, 19 Desember 2009

Mengembalikan/Menampilkan kembali Task Manager yang disabled dengan cepat..

Disaat Komputer Saya Heng,,
Saya Ingin Mencoba untuk membuka Task MAnager untuk memberhentikan Proses program yang sedang Berjalan,,
tetapi tidak bisa,,
Ini sangat membuat Saya Kesal,,
Karena Harus saja mematikan komputer dengan kasar, yaitu tanpa shutdown...
T__T
ketika saya menekan tombol CTRL + ALT + Del adalah muncul kotak dialog berikut:


Sebenarnya saya pernah mendapati pesan eror yang sama pada komputer lain sebelumnya, dan solusinya adalah dengan merubah registry windows atau mungkin malah diinstall ulang karena kemungkinan terbesar adalah pesan tersebut disebabkan oleh virus yang telah memasuki komputer kita melalui jaringan Internet.

Nah setelah saya selidiki lewat Internet, dapat satu solusi yang sangat singkat, cepat dan ampuh untuk mengatasi hal diatas. Berikut ini langkah-langkahnya:

  1. Klik menu Start -> Run
  2. Isikan teks berikut dalam kotak isian Run, kemudian tekan Enter.

REG add HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System /v DisableTaskMgr /t REG_DWORD /d 0 /f


Selesai deh, sekarang tinggal coba tekan tombol Ctrl + Alt + Del lagi, Alhamdulillah Task Manager-nya sudah bisa muncul lagi. Jadi sekarang tidak perlu repot diinstall ulang lagi :D

Selamat Mencoba dan Semoga Berguna.


sumber : http://bangdanu.wordpress.com

Assasin Cross SB+EDP

Assasin Cross SB+EDP pro Damage...


Stat Assasin Cross SB+EDP yg gw punya Buat PVP dan WOE....
Nih gw ada Stat n Gabungan Equip yang Bagus bwt WOE...bwt Gebuk EMPER...dijamin "TOKCER" "Sekali Getok Langsung Encer"

Berikut Gambaran Equip yang Pas bwt Gebuk EMper, Jangan Lupa Paki EDP biar HOT...
Oiya Satu syarat yang harus diperhatikan yaitu memasang Equip haru seperti dibawah ini, dengan Asasasin Dagger ditangan Kanan dan Ice Pick ditangan Kiri....Jangan Sampai terbalik yah,,Coba sendiri aja Kalau terbalik masang, damagenya bisa di Tes lawan musuh False angel di Geffenia ruang 01. =)

Dengan STAT...........!!! =D


1. Stat SB+EDP Ke tipe BAdak/Vit (Paladin/Lord Knight/High Priest/Champion/Whitesmith/dll bertipekan VIT)

Str 99+16
Agi 1+15
vit 80+3
int 1
dex 60+10
luk 1+8


2. Stat SB+EDP ke Tipe Agi/flee (Sniper/Assasin Cross Agi type/dLL Agi Type)

Str 99+16
Agi 2+15
vit 25+3
int 1
dex 99+10 (diJamin Tembus+Vespercore 04)
luk 1+8

a. Untuk Asesoris gunakan vesperCore 02(mdef+3, str+3, atk +10) drop dari Vesper MPV dan BloodiedShackedBall drop dari Thanatos MPV, Vanberk Card(str+2). Jika Untuk Ketipe Agi kita bisa gunakan Vespercore 04 (mdef+3, dex+ 3, hit+ 10) mayan kan :P. Insy4JJI ngga akan Miss...Hehhee....

b. Untuk Menambahkan attack yang lumayan cukup besar gunakan Giant Whisper card(menambah attack +20 jika mempunyai str >= 80) di Garment, porcellio card di armor(sebenernya rugi pake card ini def -5 tapi attack +25), dan Shackles di Boots( shackles ini harus digunkan karena set equip dari bloodied shacked ball dengan attack+50).

c. Untuk Senjata gw pake +7Infiltrator [Skeleton Worker Card]. Disini kegunaan Infil sangat Berguna untuk Tipe SB+EDP. Dia punya attack 140, ditambah lagi tambahan damage ke Demihuman 50% . Ditambah lagi dengan Skeleton Worker card menambah Damage ke Medium monster 15% dan attack +5.

dengan menambahkan equip-equip lain yang bisa menambhakan Attck dan atau makanan-makanan yang dapat menambahkan attack...misalnya...:

d. Untuk Lebih Memantabkan Sonic Blow kepada karakter yang mempunyai tingkat defense tinggi, kita bisa menggunakan Bloody Roar....apalagi jika bloody roar'y Lebih dari +7... =D

CADAS..!!!dijamin tembusssssssss......

Fungsi Bloody ROar itu untuk Mengabaikan defense target musuh,,Tetapi sangat dirugikan untuk tipe Asasin Cross tipe SB yang menggunakan AGi,,karena Bloody Roar ini Mengurangi bahkan menghilankan flee yang menggunakan...jadi sebaiknya tidak pakai AGI untuk mencoba Bloody ROAR....

=D

DItambah Lagi Pake Assasin Spirit...mhmmm...Mantap!!!

NGGa ada yang bisa nahan dijamin...

Selasa, 24 November 2009

MATLAB

DEFINISI MATLAB

MATLAB atau MATrix LABoratory merupakan suatu bahasa program komputer dan sekaligus bahasa pemrograman komputer generasi ke-empat yang dikembangkan oleh Grup MathWorks untuk keperluan bidang komputasi numeris dan manipulasi matriks. Awalnya, program ini merupakan interface untuk koleksi rutin-rutin numerik dari proyek LINPACK dan EISPACK dikembangkan menggunkan bahasa FORTRAN namun sekarang merupakan produk komersial dari perusahaan Mathworks, Inc. yang dalam perkembangan selanjutnya dikembangkan menggunakan bahasa C++ dan assembler (utamanya untuk fungsi-fungsi dasar MATLAB). Dalam perkembangannya, MATLAB mampu mengintegrasikan beberapa software matriks sebelumnya dalam satu software untuk komputasi matriks. Tidak hanya itu, MATLAB juga mampu melakukan komputasi simbolik yang biasa dilakukan oleh MAPLE.

MATLAB dapat digunakan untuk menyelesaikan beberapa masalah seperti :
■Matematika dan Komputasi.
■Pengembangan dan Algoritma.
■Pemrograman Modeling, Simulasi, dan Pembuatan Prototipe.
■Analisa Data, Eksplorasi dan Visualisasi.
■Analisa Numerik dan Statistik.
■Pengembangan Aplikasi Teknik.
■Akuisi Data.
■Perluasan pemakaian, seperti Graphical User Interface (GUI).


Sistem MATLAB terdiri atas Lima Bagian Utama :
■Development Environment.
■The MATLAB Mathematical Function Library.
■The MATLAB language.
■Graphics.
■The MATLAB Application Program Interface (API).


Menampilkan Image sebagai matriks pada Matlab
Citra digital merupakan suatu larik dua dimensi atau suatu matriks yang elemen-elemennya menyatakan tingkat keabuan dari elemen gambar. Jadi informasi yang terkandung bersifat diskret. Citra digital tidak selalu merupakan hasil langsung data rekaman suatu sistem. Kadang-kadang hasil rekaman data bersifat kontinu seperti gambar pada monitor televisi, foto sinar-X, dan lain sebagainya. Dengan demikian untuk mendapatkan suatu citra digital diperlukan suatu proses konversi, sehingga citra tersebut selanjutnya dapat diproses dengan komputer.

Berikut cara menampilkan sebuah citra atau image sebagai matriks menggunakan Matlab. Sebagai contoh menggunakan sebuah gambar dengan format jpg.

Image yang digunakan berukuran 130 x 119 yang berarti image tersebut terdiri dari 130 kolom dan 119 baris pixel. Jadi total keseluruhan image tersebut terdiri dari 15470 pixel, dan tiap pixel tersebut merupakan perpaduan dari 3 warna utama yaitu: Red, Green, Blue yang lebih dikenal dengan istilah RGB.

Untuk menampilkan image tersebut sebagai matriks pada matlab tidaklah sulit, berikut adalah sintaks yang digunakan untuk menampilkan image tersebut sebagai matriks.

>> c=imread(‘kucing.jpg’,'jpg’);
>> asci=uint8(c)

Fungsi imread() digunakan untuk membaca image yang ada pada komputer kita, image kucing itu pun harus sudah ada pada folder work didalam matlab.

C:\Program Files\MATLAB71\work

Fungsi uint8() digunakan untuk mengubah string menjadi bilangan integer.








asci(:,:,1) Menandakan bahwa matriks yang ditampilkan adalah komposisi warna lapis pertama atau Red, dan seterusnya diikuti matriks lapis kedua dan ketiga.
Histogram








Matriks Green










Perataan Histogram
gambar=imread(‘gambarkoe.jpg’); %--------membaca file gambar
red=gambar(:,:,1); %memanggil matriks gambar yang hanya berisi piksel warna merah
green=gambar(:,:,2);% memanggil matriks gambar yang hanya berisi piksel warna merah
blue=gambar(:,:,3); %memanggil matriks gambar yang hanya berisi piksel warna merah
merahgray2=0.3*red+0.5*green+0.2*blue ;
imhist(red)
imhist(green)
imhist(blue)
imhist(gray)



Rgb2gray Histogram


[nama_file1,nama_path1]=
uigetfile(... {’*.bmp;*.jpg
’,’File Citra
(*.bmp,*.jpg)’;
’*.bmp’,’ File Bitmap
(*.bmp)’; ... ’*.jpg’,’Filejpeg (*.jpg)’; ’*.*’,’
Semua File (*.*)’},...’Buka File Citra
Host/Asli’); if ˜isequal(nama_file1,0)
handles.citra1=imread
(fullfile(nama_path1,nama_file1));
x=rgb2gray(handles.citra1);
guidata(hObject,handles); hold on;
axes(handles.sb_citra_asli);
imshow(x); hold on;
axes(handles.sb_hist_asli);
imhist(x);
else
return; end set(handles.text9,’string’ ,nama_file1);
set(handles.text10,’string’ ,size(handles.citra1,1));
set(handles.text12,’string’ ,size(handles.citra1,2));
x=rgb2gray(handles.citra1);
handles.citra2=histeq(x);
guidata(hObject,handles);
hold on;
axes(handles.sb_citra_perataan);
imshow(handles.citra2); hold on;
axes(handles.sb_hist_perataan);
imhist(handles.citra2);


RGB Histogram

uigetfile(...
{’*.bmp;*.jpg’,’File Citra
(*.bmp,*.jpg)’;
’*.bmp’,’File Bitmap
(*.bmp)’; ... ’*.jpg’,’File
jpeg (*.jpg)’;
’*.*’,’Semua File (*.*)’},...
’Buka File Citra
Host/Asli’);
if ˜isequal(nama_file1, 0)
handles.citra1=imread(fullfile(nama_path1,nama_file1));
[x,map]=rgb2ind(handles.citra1,256);
guidata(hObject,handles);
hold on; axes(handles.sb_citra_asli);
imshow(handles.citra1);
R=handles.citra1(:,:,1);
hold on;
axes(handles.sb_hist_red);
imhist(R); G=handles.citra1(:,:,2);
hold on;
axes(handles.sb_hist_green);
imhist(G);
B=handles.citra1(:,:,3);
hold on; axes(handles.sb_hist_blue);
imhist(B);
else return; end
set(handles.text10,’string’
,nama_file1);
set(handles.text12,’string’,size(handles.citra1,1));
set(handles.text14,’string’,size(handles.citra1,2));



Perbandingan Deteksi Tepi dengan Operator Sobel dan Prewitt

Deteksi Tepi
Tepi adalah perubahan nilai intensitas derajat keabuan yang mendadak (besar) dalam jarak yang singkat. Perbedaan intensitas inilah yang memperlihatkan rincian pada gambar. Tepi dapat diorientasikan dengan suatu arah, dan arah ini berbeda-beda, tergantung pada perubahan intensitas.
Deteksi tepi merupakan langkah pertama untuk melingkupi informasi di dalam citra. Tepi mencirikan batas-batas objek dan karena itu tepi berguna untuk proses segmentasi dan identifikasi objek di dalam citra. Tujuan operasi deteksi tepi adalah untuk meningkatkan penampakan garis batas suatu daerah atau objek di dalam citra.

Teknik Deteksi Tepi cukup banyak tapi disini kita hanya akan membandingkan dua teknik saja yaitu operator Sobel dan operator Prewitt.

Operator Sobel
Tinjauan pengaturan pixel disekitar pixel (x,y);


Operator Sobel adalah magnitudo dari dari gradien yang dihitung dengan


yang dalam hal ini, turunan parsial dihitung dengan


dengan konstanta c = 2. Dalam bentuk mask, sx dan sy dapat dinyatakan sebagai


Arah tepi dihitung dengan persamaan :


Operator Prewitt
Persamaan gradien pada operator Prewitt sama seperti operator Sobel, tetapi menggunakan nilai c = 1 :


Setelah kita mengetahui secara teori perbedaan operator Sobel dan Prewitt terletak pada nilai c, dimana sobel menggunakan c=2 dan prewitt menggunakan c=1. Jika kita implementasikan menggunakan MATLAB maka perintah yang digunakan yaitu sebagai berikut :

X=imread(‘kubahmas.jpg’);
Y=rgb2gray(X);
P=edge(Y,’prewitt’);
S=edge(Y,’sobel’);
figure,imshow(P);
figure,imshow(S);

Untuk melihat hasilnya kita menggunakan perintah figure,imhsow(P/S), dimana P untuk Prewitt dan S untuk Sobel. Maka hasilnya seperti berikut:

Kemudian ketikkan listing program di bawah ini pada program matlab :

I=imread(‘water lilies.jpg’);
gray=rgb2gray(I);
BW1 = edge (gray,’prewitt’);
BW2 = edge (gray,’sobel’);
figure, imshow(BW1);
figure, imshow(BW2);

Imread berfungsi untuk membaca gambar dan variabel I adalah variabel untuk menyimpan file gambar ‘water lilies’ . BW1 adalah variabel untuk menyimpan gambar yang telah diproses menggunakan deteksi tepi operator ‘prewitt’ dan BW2 adalah variabel untuk menyimpan gambar yang telah diproses menggunakan deteksi tepi operator ’sobel’. Untuk menampilkan hasil pemrosesan menggunakan perintah ‘figure, imshow(var)’.

Hasil dari kedua deteksi tepi tersebut adalah :

Hasil operator prewitt


Hasil operator sobel